Menjadikan BNI Financial Planner Sebagai Asisten Pribadi

Alasan utama membuka rekening BNI yang kutetapkan dulu adalah untuk memudahkan transaksi dengan sejumlah teman maupun perusahaan yang ada di luar negeri. Saat itu, aku sudah memiliki rekening dari bank lain namun tidak bisa digunakan untuk melakukan pembayaran ke perusahaan luar negeri tempatku berlangganan layanan. Di kantor cabang BNI Salatiga, sebelum membuka rekening, aku memastikan bahwa rekening BNI yang akan kubuka bisa digunakan untuk melakukan pembayaran tagihan cloud server yang kusewa. Selain itu, aku juga memastikan kalau rekening itu bisa digunakan untuk withdraw dari layanan finansial luar negeri. Setelah mendapat kepastian, aku baru membukanya. Hasilnya rekening BNI dan segala fiturnya sesuai ekspektasiku.

Sebagai pekerja lepas (freelancer) di bidang pemrograman, aku sering mendapat job dari luar negeri. Banyaknya job yang kudapat sering membuatku memutuskan melempar job itu ke orang lain dengan sistem bagi hasil. Selain itu, transaksi finansial dengan perusahaan dari luar negeri sering kulakukan untuk membeli hosting, cloud, domain, ssl, ataupun layanan jasa lainnya. Banyak hal terkait urusan finansial yang harus kuselesaikan. Belum lagi urusan pajak, langganan internet, sewa ini ataupun itu di Indonesia. Urusan finansial yang begitu banyak mau tak mau harus diurus dan menyita waktu yang tak sedikit. Jika harus menyewa asisten pribadi, itu artinya pengeluaran bulananku akan membengkak dan mau tidak mau harus mengurangi jatah investasi bulanan atau bahkan meniadakannya.

Niat untuk mencari asisten pernah terbersit di benak ketika urusan finansial semakin rumit seiring bertambahnya layanan yang kusewa. Namun, hal itu masih kuurungkan mengingat kondisi finansial masih belum stabil. Beruntunglah waktu itu, aku mendapat email dari marketing bank BNI yang menginformasikan terkait fitur BNI Financial Planner. Meminjam kata-kata pepatah Jawa, “tumbu ketemu tutup” yang sangat sesuai dengan situasi saat itu dimana adanya permintaan atau demand (dariku) disambut dengan penawaran (supply) dari bank BNI.

Apa saja yang bisa dilakukan dengan BNI Financial Planner kok bisa-bisanya membuatku begitu saja tertarik?

Hal yang paling membuatku tertarik adalah sistem automasi perencanaan yang terkontrol dan aman. Meskipun aku seorang programmer dan bisa membuat sistem automasi sendiri tetapi urusan alur transaksi finansial sesuai kaidah ilmu ekonomi tidak bisa kukuasai. Untuk itu, ketika ada penawaran yang sesuai dengan kebutuhan tidak ada salahnya untuk dicoba.

Menu BNI Financial Planner atau Pengelolaan Finansial Pribadi bisa diakses melalui internet banking BNI yang beralamat di https://ibank.bni.co.id. Setelah kita login ke dashboard internet banking BNI maka kita bisa menggunakan fitur ini.

Dashboard Internet Banking BNI

Perhatian: untuk menggunakan fitur ini, layanan transaksi finansial pengguna harus sudah diaktifkan karena pada tahapan tertentu kita diminta untuk memasukkan kode BNI m-Secure.

Kita bisa membuat kategori perencanaan finansial menggunakan fitur ini. Selain itu, fitur kategori perencanaan bisa diatur prioritasnya. Namanya rencana kan seringkali tidak semuanya masuk ke prioritas primer. Ada kalanya rencana itu adalah rencana sekunder atau tersier. Kalau kita sudah menetapkannya di awal maka rencana kita tidak akan berantakan bersamaan ketika di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena skala prioritas sudah ditetapkan sejak awal.

Sub Menu Financial Planner BNI

Setelah kategori dibuat dengan cermat, kita bisa mengatur  bentuk maupun tujuan transaksi yang direncanakan. Misalnya aku membuat kategori Webhosting untuk mewadahi pengeluaran terkait hal itu seperti pembayaran server, domain, ssl, maupun plugin dan tema web termasuk dalam kategori ini. Kategori Kesehatan untuk mewadahi transaksi finansial berupa pembayaran langganan fitness, general checkup, asuransi, dan termasuk rencana untuk pengobatan pendengaran istriku yang terganggu (tuna rungu). Ketegori Sosial untuk mewadahi transaksi yang berhubungan dengan sosial seperti impian istriku yang mau membuat Taman Baca Masyarakat di tempat kami tinggal. Meskipun kondisinya tuna rungu tetapi ia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Sebagai suami, aku berkewajiban untuk berusaha mewujudkan impiannya. BNI Financial Planner ini juga memiliki fitur pencarian transaksi berdasarkan kategori. Di bawah ini contoh kategori pengeluaran yang kubuat:

Pencarian Kategori Perencanaan Pengeluaran

Selain pengaturan transaksi pengeluaran, kita juga bisa merencanakan transaksi pemasukan. Pemasukan ini nantinya bisa diatur sebagai sumber pengeluaran pada masing-masing pengeluaran yang telah kita tetapkan. Misalnya aku membuat kategori Developer Service untuk mewadahi pemasukan dari marketplace dari dalam maupun luar negeri kemudian kugunakan untuk sumber pengeluaran pada kategori Webhosting dan kesehatan. Pendapatan dari trading dan blogging kumasukkan ke dalam kategori Additional Income kemudian kuteruskan ke pengeluaran pada kategori Sosial. Untuk melakukan hal di atas (menjadikan pendapatan sebagai sumber pengeluaran), kita harus memiliki beberapa rekening BNI terpisah kemudian menghubungkan rekening tersebut dengan pengeluaran yang sesuai dengan rencana. Dengan cara seperti ini alur keuangan kita akan tampak rapi dan sistem automasi yang dilakukan sistem bank BNI akan membantu mengatasi transaksi finansial yang awalnya kita lakukan sendiri.

Detail Target BNI Financial Planner Menunggu Penautan Rekening

Sebelum kita yakin menetapkan target finansial, kita bisa mereviewnya terlebih dahulu. Di situ kita bisa melihat perhitungan berapa yang perlu kita keluarkan atau berapa yang perlu kita masukkan per bulan agar perencanaan itu tidak macet di kemudian hari. Ketika suatu hari ternyata kondisi finansial kita kacau dan hanya sedikit saja yang bisa kita sisihkan maka pengaturan prioritas pada kategori perencanaan akan sangat membantu kita agar rencana kita tidak buyar secara bersamaan namun tetap ada yang jalan karena masuk pada prioritas yang cukup untuk diteruskan.

Contoh pengaturan transaksi tunai untuk pembayaran hosting klien

Secara umum, fitur BNI Financial Planner ini sudah sangat cukup untuk membantuku dalam mengelola keuangan yang sering kali tidak terkontrol. Aku berharap seiring berjalannya waktu fitur ini terus dikembangkan dan ditambah abilitas pengguna dalam melakukan perencanaan keuangan seperti misalnya integrasi dengan layanan finansial lain di dalam maupun luar negeri. Ini tentu harapan pribadi sesuai situasi dan kondisi saat ini. Jadi suatu saat nanti kalau verifikasi maupun transaksi finansial dengan perusahaan asing tidak lagi ribet seperti sebelumnya. Anyway! Bank BNI is good choiche. Telah membantuku banyak hal. Salah satu yang membuatku terkesan adalah ketika layanan yang kusewa hampir disuspen karena tidak bisa membayar, BNI menjadi penyelamat sebagai alat pembayaran yang bisa diterima. Maju terus BNI!

Leave a Comment