Mengenal Keragaman Budaya di Indonesia

Kebudayaan dibagi menjadi dua, yaitu kebudayaan bab dan kebudayaan rohani. Kebudayaan bab yaitu kebudayaan yang berwujud benda. Misalnya pakaian, bangunan rumah, senjata, alat rumah tangga dan sebagainya. Kebudayaan rohani ialah kebudayaan yang tidak dapat dilihat, tetapi dapat dihayati dan dirasakan. Misalnya kepercayaan, bahasa, dan adat istiadat. Keragaman budaya di Indonesia membuat kita semakin mencintai Indonesia.

Keragaman atau perbedaan budaya bisa terjadi karena lingkungan alam dan lingkungan sosial yang berbeda. Lingkungan alam misalnya letak geografisnya di daerah pantai atau pegunungan, dan sebagainya. Lingkungan sosial misalnya keadaan masyarakat, tingkat pendidikan, kepercayaan, dan hubungan dengan pihak lain. Keanekaragaman budaya dapat dilihat dari rumah adat, pakaian adat, tarian adat, senjata tradisional, bahasa daerah, teater rakyat, upacara adat, alat musik daerah, dan lagu daerah.

Rumah Adat

Rumah adat adalah rumah tempat diselenggarakanya upacara adat. Bentuk rumah adat menunjukan ciri khas kehidupan penduduk di daerah tersebut. Berikut ini beberapa nama rumah adat di Indonesia:
1) Lampung : nuwo sesat
2) Sumatera Barat : gadang
3) Sumatera Selatan : limas
4) Kalimantan Selatan : banjar
5) Kalimantan Timur : lamin
6) Kalimantan Barat : panjang
7) Kalimantan Tengah : betang
8) Jawa Timur : joglo
9) Jawa Tengah : joglo
10) D.I.Yogyakarta : joglo
11) Jawa Barat : kasepuhan
12) DKI Jakarta : blandongan
13) Bali : gapura candi bentar
14) Nusa Tenggara Timur : musalaki
15) Sulawesi Selatan : tongkonan
16) Maluku : baileo
17) Papua : honai

Pakaian Adat

Pakaian adat dipakai dalam upacara-upacara adat. Namun, ada juga pakaian adat yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini contoh pakaian adat yang ada di Indonesia:
1) Biliu dan mukuta dari Gorontalo
2) Bodo dari Sulawesi Selatan
3) Mandar dari Sulawesi Barat
4) Kain Kebaya dari Jawa Tengah
5) Pesa’an dari Jawa Timur
6) Belanga dari Kepulauan Riau
7) Bundo Kanduang dari Sumatera Barat
8) Ulos dari Sumatera Utara
9) Ulee Balang dari Aceh
10) Ewer dari Papua Barat

Upacara Adat

Setiap suku bangsa memiliki upacara adat dalam peristiwa-peristiwa penting. Misalnya upacara kelahiran, perkawinan, kematian, penerimaan menjadi anggota suku, dan lain-lain. Nama dan bentuk upacara menandai peristiwa kehidupan itu berbeda-beda dalam masing-masing suku. Beberapa contoh upacara adat yang dilakukan suku-suku di indonesia, antara lain mitoni, tedak siti, ruwatan, kenduri, grebegan (Suku Jawa), serentaun (Sunda), kasodo (Tengger), nelubulaninn, ngaben (Bali), dan rambu solok (Toraja).

Kesenian Daerah

Ada bermacam-macam bentuk kesenian daerah. Berikut ini beberapa bentuk kesenian daerah, antara lain musik dan lagu daerah, tari-tarian tradisional daerah, dan pertunjukan tradisional.


1) Lagu Daerah
a. Aceh : Pisau Surit
b. Sumatera Utara : Lisoi, Sinanggar Tulo, Sing Sing So, Butet
c. Riau : Soleram
d. Jawa Barat : Bubuy Bulan, Cing Cang Keling, Manuk Dadali
e. Jawa Tengah : Gundul-gundul Pacul, Gambang Suling, Sue Ora Jamu, Ilir-ilir
f. Kalimantan Selatan : Ampar Ampar Pisang, Paris Barantai
g. Sulawesi Utara : Si Patokaan, O Ina Ni Keke, Esa Mo Kan
h. Sulawesi Selatan : Angin Mamiri, Ma Rencong, Pakarena
i. Sulawesi Tengah : Tondok Kadadingku
j. Papua : Apuse, Yamko Rambe Yamko


2) Tari-tarian Daerah
a. Aceh : Tari Seudati, Saman, Bukat
b. Sumatera Utara : Tari Serampang, Baluse, Manduda
c. Jawa Tengah – Yogyakarta : Tari Bambangan Cakil, Bedaya, Beksan
d. Jawa Timur : Tari Reog Ponorogo, Remong
e. Bali : Tari Legong, Arje, Kecak
f. Nusa Tenggara Timur : Tari Meminang, Perang
g. Kalimangtan Timur : Tari Hudog, Belian
h. Sulawesi Tenggara : Tari Balumba, Malulo
i. Maluku : Tari Nabar Ilaa, Perang
j. Papua : Tari Perang, Sanggi


3) Seni Pertunjukan
a. Banten : Debus
b. DKI Jakarta : Ondel-ondel, Lenong
c. Jawa Barat : Wayang Golek, Rudat, Banjel, Tarling, Degung
d. Jawa Tengah : Wayang Kulit, Kuda Lumping, Wayang Orang, Ketoprak
e. Jawa Timur : Ludruk, Reog, Wayang Kulit
f. Bali : Wayang Kulit, Jangger
g. Riau : Makyong
h. Kalimantan : Mamanda

Leave a Comment